
Sepertinya sobat-sobatku harus mulai cerdas dalam merencanakan sebuah agenda liburan. Jangan sampai sebuah rencana untuk senang-senang, justru malah menjadi sebuah petaka hanya karena kurang update informasi berita. Orang traveler harus akrab dengan BMKG. Apa sih itu BMKG ? Yaitu badan meteor dan klimatologi dan Geofisika. Kalian pasti jarang banget menggunakan aplikasi yang berhubungan dengan iklim, cuaca dan sebagainya. Padahal ini penting banget untuk mengatur rencana liburan kita menjadi lebih safety. Seperti halnya kejadian baru-baru ini, sepertinya ada banyak sekali pengendara motor dan mobil yang terjebak banjir di daerah Demak, Grobogan hingga sampai Kudus. Sebenarnya di sisi lain kita turut prihatin atas peristiwa yang menimpa ini. Namun disisi lain, kita juga dituntut waspada atas segala sesuatu. Mengingat banjir yang terjadi di daerah tersebut merupakan salah satu bentuk kondisi alam yang sebenarnya bisa kita prediksi dengan cuaca. Namun sebagai wisatawan, Anda yang melintas tanpa memperhatikan data dan analisis dari BMKG pasti akan rugi jika asal-usul liburan dan melewati rute yang berisiko.
Untuk hal ini, yuk kita lebih smart lagi dengan menjadi seorang wisatawan yang cerdas. Bagaimana sih kiat menjadi wisatawan yang cerdas ? Melihat perkembangan update konten pariwisata di Instagram saja tidaklah cukup. Sering-seringlah ngobrol dengan pelaku wisata seperti penyedia transportasi yang terbiasa paham dengan beberapa daerah yang dituju dan kapan saja waktu yang terbaik untuk berkunjung kesana.
Selain itu, wisatawan yang cerdas harus juga pandai mencari jalur-jalur yang memiliki resiko lain selain banjir. Apa lagi resiko di jalanan yang patut dihindari ? Ya bisa saja resiko longsor dan juga resiko atas jalur curam dan lain sebagainya yang membahayakan. Biasanya kesalahan dalam mengambil rute banyak dilakukan oleh para pemula yang jarang ke daerah tertentu. Namun jika Anda menggunakan jasa penyewaan transportasi yang sudah berpengalaman, mereka paham banget dengan rute2 mana saja yang safe dan mana saja yang bebas dari longsor.
Ada lagi nih rute berisiko yang wajib kamu hindari adalah rute jalanan macet. Ini juga gak Baek ya sob. Bisa saja kamu terjebak di sebuah jalur padat hingga berjam-jam disana. Yang seharusnya sudah sampai tujuan dengan tepat waktu, maka kamu masih tertunda 1 jam lagi. Wah gimana kalau sudah seperti ini ? Mendingan puter cari arah lain bukan. Iya, itu jika kamu paham dengan daerah tersebut loh.
Tips yang pertama, kamu bisa gunakan aplikasi Google Maps dan cek garis jalan mana saja yang berwarna merah. Biasanya warna-warna garis jalan di Google Maps ini menandakan kondisi lalu lintas. Kalau merah menandakan macet, kuning menandakan ramai tapi tidak macet dan kemudian warna hijau menandakan sangat lancar tanpa hambatan.
Apabila males ribet dengan tools digital ini, ya percayakan saja pada driver yang sudah paham dengan kota yang dituju. Umumnya sih, mereka bakal langsung bermanuver dengan mencarikan jalur alternatif lain yang bisa menuju ke sana dengan mudah. Namun bukan sembarang jalur alternatif ya sob, driver biasanya tahu jalur alternatif yang jelek dan mana yang jalur alternatif yang bagus.
Untuk urusan liburan cerdas tanpa hambatan Anda, baiknya gunakan saja jasa sewa elf di Batavia Trans yang sudah berpengalaman selama 10 tahun dan sudah mengitari berbagai kota di seluruh Indonesia. Mau pulau Jawa bagian mana saja sih pastinya hapal diluar kepala ya sob.
Leave a Reply